Kisah Singkat Puyang ' Penjalang Sakti' merupakan anak ke-empat dari puyang Kurungan Dewa, dari tujuh bersaudara. Berdomisili semula di bumi Kute Rambang, bagian wilayah kerajaan Sriwijaya. Berdasarkan silsilah keluarga tulisan tangan dari saudara kami, bahwa beliau merupakan puyang dari suku Kikim. Beliau ini hijrah dari Kerajaan Kute Aji Mentare “bumi Rambang” ke bumi Lahat, dibagian hulu sungai Lematang yaitu di sekitar "Perau Dipe" disebut juga "Perdipe" Namun kemudian beliau menetap di daerah sungai Kikim. Sebelum hijrah beliau bersama ayahanda puyang Kurungan Dewa, dengan ketiga kakaknya mengepung dan mengepung dan menewas "Patih Gajah Mada" dari kerajaan Majapahit didaerah Gunung Ibul, kota Prabumulih. Dan mengupayakan tewasnya si "Mata Empat" Anak keturunan Sumbay Pangkal Lurah : Sumbay Ulu Lurah, Sumbay Mangku Anum, Sumbay Besak, Sumbay Penjalang Sumbay, Marga Penjalang Suku Empayang Kikim dan Saling Ulu, Marga P...
Pendahuluan Cerita prosa rakyat Sumatera Selatan yang maih tetap bertahan dan dikenal masyarakat adalah cerita mengenai " Puyang-puyang ". Cerita puyang hampir terdapat di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Cerita Puyang ini menjadi suatu cerita yang unik karena hanya dapat ditemukan di wilayah Sumatera Selatan_namun perlu dilakukan kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Daerah lain di Indonesia juga ada cerita prosa rakyat yang memiliki tokoh sakti atau tokoh hebatan atau wira atau pahlawan dengan nama yang berbeda-beda. Cerita puyang biasanya dianggap pahlawan kebudayaan ketika dunia belum modern seperti sekarang ini. Cerita puyang hadir dan berakar pada kualitas pemiliknya yang sekaligus sangat mem - percayainya dan mengagung-agungkannya. Cerita puyang merupa kan produk budaya yang disampaikan secara terus-menerus dan turun-temurun melalui pewarisan lisan. Terkadang disertai bukti-bukti sejarah, seperti benda-benda dan temapat-tempat keramat seperti maka...
Istilah “ silsilah ” niscaya memberikan asosiasi kepada nama-nama raja dengan leluhur serta keturunannya. Padahal, hubungan silsilah adalah milik semua orang. Setiap orang dapat menyusun silsilahnya sendiri, misalnya mulai dari buyut – bapak kakeknya – sampai pada buyut – anak cucunya. Masing-masing disertai dengan nama saudara-saudaranya serta anak cucu mereka. Niscaya silsilah itu akan merupakan batang pohon yang rindang, apalagi kalau masing-masing orang mempunyai banyak anak. Dalam setiap bahasa, setiap hubungan antara keluarga dalam silsilah niscaya ada namanya yang khusus. Dalam bahasa Indonesia yang saya ketahui, ke atas silsilah mentok pada “buyut”. Saya tidak tahu disebut apa ayah dan kakek buyut dalam bahasa Indonesia atau bahasa Melayu. Secara umum ada kata moyang atau nenek moyang. Kata moyang menurut KBBI berarti “nenek (ayah, ibu, dsb.); leluhur ”. Tidak jelas artinya apa. Dalam KUBI (Badudu-Zain), moyang diartikan “ orang tua kakek atau nenek ; nenek ...
Komentar
Posting Komentar